WHO: Lebih dari 1 Miliar Orang Hidup dengan Gangguan Kesehatan Mental
KOMPASIA.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia hidup dengan kondisi kesehatan mental, mulai dari depresi hingga gangguan kecemasan. Laporan terbaru yang dirilis pada Selasa (2/9/2025) ini menyoroti urgensi peningkatan layanan kesehatan mental secara global.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan. Namun, kesenjangan layanan masih sangat besar, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
“Lebih dari 70 persen orang dengan gangguan mental di negara berpenghasilan rendah tidak mendapatkan layanan yang memadai. Padahal kebutuhan terus meningkat,” kata Tedros.
Laporan WHO juga mencatat bahwa investasi pemerintah di bidang kesehatan mental masih rendah, hanya sekitar 2 persen dari total anggaran kesehatan global. Kondisi ini membuat banyak pasien tidak memperoleh akses terhadap tenaga profesional, obat-obatan, maupun dukungan komunitas.
Kesehatan mental, lanjut WHO, semakin menjadi isu mendesak di tengah krisis global seperti konflik bersenjata, bencana alam, hingga pandemi. Faktor-faktor tersebut memperburuk tekanan psikologis, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, dan pengungsi.
WHO menyerukan negara-negara anggota untuk segera memperkuat sistem layanan kesehatan mental. Upaya ini mencakup peningkatan jumlah tenaga profesional, integrasi layanan di fasilitas kesehatan primer, serta kampanye melawan stigma yang masih melekat pada penderita gangguan mental.
“Gangguan mental bukan hanya masalah individu, tetapi juga berdampak pada produktivitas ekonomi, pendidikan, dan stabilitas sosial. Sudah saatnya dunia memberi prioritas pada kesehatan mental,” tegas WHO dalam laporannya.
Dengan lebih dari 1 miliar orang terdampak, WHO menekankan bahwa tindakan nyata dan kolaborasi internasional menjadi kunci untuk menjawab tantangan kesehatan mental global ini.
