Purbaya Digeruduk Gubernur Usai TKD Dipotong, Mendagri: Cari Duit Dari Hotel & Parkir

10006651746385735406830654118.jpg

Kompasia.id, Jakarta-  Pemerintah pusat tetap melanjutkan kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2025, meski belasan gubernur menyampaikan protes langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Di tengah ketegangan fiskal itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah mencari sumber pendapatan alternatif tanpa membebani rakyat kecil.

“Di daerah harus bisa cerdas, inovatif, mencari pendapatan, tapi tidak memberatkan rakyat kecil,” ujar Tito saat menghadiri acara di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Tito menyebut bahwa banyak potensi pendapatan daerah yang belum tergarap optimal, terutama dari sektor jasa seperti restoran, hotel, dan lahan parkir.

Ia menyoroti kebocoran sistem pemungutan pajak yang membuat pendapatan daerah tidak maksimal.

“Silakan datang ke restoran-restoran, hotel kan umumnya dipajakin itu. Mungkin yang customer-nya enggak baca, di bill itu ada pajaknya. Pertanyaannya apakah ini semua akan disampaikan kepada Dispenda daerah? Belum tentu,” kata Tito.

Ia juga menekankan pentingnya sistem yang transparan dan akuntabel agar pajak yang seharusnya masuk ke kas daerah tidak bocor di lapangan.

Menurutnya, lahan parkir juga bisa menjadi objek pajak yang selama ini luput dari pengawasan.

“Parkir itu salah satu contoh sumber PAD yang potensinya besar. Kalau dibuat sistem yang baik, kebocoran bisa ditekan dan uangnya masuk ke kas pemerintah daerah, bukan ke oknum,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima audiensi dari 18 gubernur yang memprotes pemotongan TKD.  (Maman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *