Optimalkan PTSP, Lapas Narkotika Karang Intan Mantapkan Langkah Raih WBBM 2026
Kompasia.id, Karang Intan- Komitmen menghadirkan pelayanan publik yang prima dan berintegritas terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Salah satu fokus utama yang menjadi prioritas dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026 adalah optimalisasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Hal tersebut tampak pada pelaksanaan layanan PTSP yang berlangsung pada Senin, 02 Februari 2026, di mana seluruh petugas memberikan pelayanan dengan penuh semangat, ramah, cepat, dan transparan kepada masyarakat pengguna layanan, khususnya keluarga warga binaan yang datang berkunjung.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas PTSP merupakan wujud nyata perubahan birokrasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“PTSP menjadi wajah utama pelayanan kami. Melalui sistem satu pintu ini, kami ingin memastikan seluruh layanan berjalan mudah, transparan, bebas pungli, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk bekerja penuh, melayani dengan hati, dan mewujudkan WBBM di tahun 2026,” tegas Kalapas.
Pelayanan PTSP Lapas Narkotika Karang Intan mencakup berbagai layanan, mulai dari pendaftaran kunjungan dan titipan, informasi pembinaan,integrasi,remisi hingga layanan administrasi dan pengaduan. Seluruh proses dirancang sederhana, jelas, dan mengutamakan kenyamanan masyarakat.
Salah satu petugas layanan pendaftaran kunjungan, Cahya, menyampaikan bahwa peningkatan pelayanan dilakukan tidak hanya dari sisi sistem, tetapi juga dari sikap dan komunikasi petugas kepada masyarakat.
“Kami berusaha melayani dengan ramah, cepat, dan memberikan penjelasan yang mudah dipahami. Harapannya, keluarga warga binaan merasa terbantu dan nyaman saat mengurus layanan di PTSP,” ujar Cahya.
Manfaat dari peningkatan layanan ini pun dirasakan langsung oleh masyarakat. MH, salah satu keluarga warga binaan yang berkunjung, mengungkapkan kepuasannya terhadap pelayanan yang diberikan. (Maman)
