Kronologi Helikopter BK117 D3 Hilang Kontak di Kalimantan Selatan

tim-sar-pencarian-helikopter-bk117-d3-kalsel.jpeg

KOMPASIA.id, Banjarbaru — Tim SAR mengungkapkan bahwa helikopter tipe BK117 D3 yang hilang kontak di sekitar Air Terjun Mandin Damar, Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mengeluarkan asap putih dan terbang rendah sebelum jatuh di kawasan pegunungan.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa hasil pengembangan pencarian menunjukkan bahwa ada guru dan anak-anak sekolah yang melihat langsung helikopter tersebut terbang rendah dan mengeluarkan asap.  Hal ini terjadi setelah helikopter melewati titik pertama saat hilang kontak, berdasarkan informasi yang diperoleh dari flight radar. 

Tim SAR gabungan kini tengah mendalami informasi terbaru mengenai titik kedua ini melalui kolaborasi SAR udara dan darat.  Tim SAR darat saat ini telah berjalan kaki menuju gunung yang diduga menjadi titik terakhir helikopter mengeluarkan asap.  “Tim gabungan akan mengupayakan bisa menembus akses jalan di hutan itu hingga menuju ke balik gunung. Semoga tim bisa menemukan akses jalan, mohon doanya semua supaya helikopter segera ditemukan,” ujar Putu. 

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengatakan bahwa rencananya hari ini Forkopimda Kalsel akan meninjau lokasi menggunakan helikopter.  Namun, rencana tersebut dibatalkan sementara karena cuaca di kawasan helikopter jatuh saat ini tidak mendukung akibat hujan deras.  Ia menyebutkan bahwa tim SAR gabungan telah beberapa kali melaksanakan operasi sejak kemarin, baik melalui patroli udara maupun menyisir lokasi oleh tim SAR darat dengan berjalan kaki.

“Lokasi banyak awan tebal, susah nanti helikopter turun. Apalagi kawasan ini adalah hutan belantara dan luas yang belum terjamah masyarakat setempat, sehingga akses cukup sulit,” ujar Muhidin.  Ia berharap tim SAR darat yang saat ini menyisir gunung dan lembah dapat menemukan tanda-tanda lebih lanjut terkait jatuhnya helikopter tersebut. 

Helikopter tipe BK117 D3 milik Estindo Air yang mengangkut delapan penumpang, termasuk pilot, mengalami hilang kontak saat terbang di sekitar Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Senin (1/9/2025) sekitar pukul 08.54 WITA.  Helikopter tersebut lepas landas dari Bandara Syamsir Alam, Kotabaru, dan dijadwalkan tiba di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sekitar pukul 10.15 WITA. 

Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, dan masyarakat setempat terus berupaya mencari lokasi jatuhnya helikopter tersebut.  Sebanyak 430 personel telah dikerahkan untuk melakukan pencarian di area seluas 27 kilometer persegi di wilayah Mantewe, Tanah Bumbu.  Operasi pencarian juga didukung oleh dua helikopter yang bergantian melakukan penyisiran di area hutan yang sulit dijangkau. 

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari dan menemukan helikopter yang hilang kontak tersebut.  Pihak berwenang berharap dapat segera menemukan lokasi jatuhnya helikopter dan memastikan keselamatan seluruh penumpang yang berada di dalamnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *